Senin, 15 April 2019

DI DUGA PIHAK BPN KABUPATEN BEKASI TIDAK PROFESIONAL DALAM PROGRAM PRONA



Rajawaliutaranews Kab.Bekasi 13 /04/2019

Dalam menertibkan administrasi kepemilikan tanah di seluruh Indonesia Pemerintah menerbitkan Program Nasional (PRONA), agar data kepemilikan tanah tertib dan tidak tumpang tindih, sehingga menimbulkan munculnya tanah tanah sengketa di beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti yang di temukan di wilayah Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, masyarakat Desa tersebut sudah mengajukan PRONA kepada BPN Kabupaten Bekasi melalui aparatur Desa Tanjung Baru sebanyak 150 bidang, namun yang sudah jadi dan terealisasi ke masyarakat hanya sekitar 80 bidang sisanya belum.

Menurut salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan, "pengajuan PRONA ini sejak tahun 2017 namun sampai saat ini belum jadi dan belum jelas apa kendalanya, yang menghambat program tersebut sehingga kami jadi bertanya tanya, bahkan warga sudah mengeluarkan biaya untuk kepengurusan nya ada yang 2 juta sampai 3 juta," pungkasnya.

Dan awak Media juga berhasil meminta keterangan dari salah satu stap Drsa Tanjung Baru Karya dalam komentarnya memaparkan, "memang ada pengajuan dari masyarakat untuk Program PRONA sebanyak 150 bidang tanah, tapi masih ada sekitar 70 bidang tanah yang belum jadi, kami pun dari pihak Desa selalu mengunjungi BPN namun belum juga ada kejelasan, yang kami dapat informasi dan keterangan dari pihak BPN yang tidak ada GU nya (Gambar Ukur),
Seharusnya pihak BPN Kabupaten Bekasi secepatnya turun kelapangan untuk ukur ulang namun sampai saat ini tidak ada kejelasan," paparnya.

Lanjut Karya, Kami hanya bisa meminta kejelasan dari pihak BPN tapi tidak ada tindaklanjut sampai sekarang, tegasnya.

Saat dikonfirmasi masalah biaya, Karya pun mengatakan biaya memang ada tapi untuk surat yang belum ada AJB ( Akte Jual Beli) yang belum punya AJB, tandasnya. ( team IWO Indonesia )

Minggu, 14 April 2019

DI DUGA KEPALA DESA TEGAL URUNG SUBANG MENYIMPANGKAN DANA BANSOS



Pemerintah Pusat melalui Kemensos mengucurkan bantuan Bansos keseluruh masyarakat untuk membangun perekonomian guna untuk kesejahteraan khususnya dalam usaha, baik itu berupa peternakan, tambak dan lain lain.

Seperti yang di jumpai disalah satu wilayah dikabupaten Subang, ada dua Kecamatan penerima bantuan langsung dari Kemensos, KPM Keluarga Penerima Manfaat yang di kucurkan kurang lebih 5 milyar dari 70 kelompok yang diantaranya Desa Tegal Urung 15 kelompok dan Desa Pengarengan 20 kelompok, juga Desa Muara 20 kelompok dan Desa Tanjungtiga 20 kelompok.


Pasalnya, hasil investigasi dari Team IWO Indonesia dan Bo tv Indonesia menemukan keganjilan pada Desa Tegalurung, karna pada saat pengajuan Bansos KPM ( Keluarga Penerima Bantuan) mengajukan ternak domba namun Kepala Desa Tegalurung Kecamatan legonkulon tidak setuju, dan harus di ganti dengan ternak udang paname.

Menurut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan ke awak media, bahwa Kepala Desa Tegalurung (H.Lili - red) sempat protes dan marah saat Monev Monitoring dan evaluasi kepada Team dan pihak yang hadir saat itu, agar pengajuan bansos ternak domba di ganti dengan ternak udang paname.

Karena ada intervensi dan campur tangan dari Kepala Desa tersebut (H.Lili - red) akhirnya team terkait merubah pengajuan bansos tersebut, dan ini patut di pertanyakan karena Kepala Desa tegalurung sebagai salah satu pengusaha tambak Udang Paname juga, pungkasnya.

Team - IWO INDONESIA

DIDUGA SPBU 34-41307 MASIH PERTAHANKAN MESIN PENGISIAN TAK LAYAK PAKAI



SPBU 34-41307 dawuan diduga memakai mesin tidak sesuai dengan standar peraturan PERTAMINA, dengan tetap memakai mesin Flow meter dengan kondisi tombol pengatur yang sudah kelihatan rusak.

Ditemui dikantornya,  yang beralamat di Jln. jendral Ahmad Yani Dawuan Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang, Minggu 14/4/19, kepala SPBU 34-41307 Andri sudah merencanakan tentang penggantian mesin pengisian bahan bakar yang rusak tersebut pada hari senin 15/04/19, ” saya sudah memesan mesin pengisian bahan bakar yang baru, namun sampai saat ini tak kunjung datang, saya sebagai Kepala SPBU akan bertanggung jawab, maklum namanya juga mesin sudah tua dan tempatnya pun sudah seharusnya direnovasi tetapi kami menunggu dana dari PERTAMINA “, ujar Andri.

Lanjutnya, ” saya mohon kepada konsumen untuk bersabar, akan saya ganti secepatnya mesin-mesin pengisian bahan bakar yang rusak, dan saya mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran dari konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU kami “, pungkas Andri pula.

Kritik juga datang dari Sekjen DPP LSM GARDA RI M Iksan Maulana, SE ketika ditemui awak media mengatakan, ” seharusnya pihak SPBU tidak harus menunggu teguran dari konsumen untuk mengganti mesin yang suda tidak layak pakai, konsumen layak mendapatkan pelayanan terbaik dan takaran pun diduga kurang dengan keadaan mesin yang sudah bobrok ” ungkap Iksan.

Iksan pun menambahkan, ” saya heran SPBU tersebut bersebelahan dengan Depo PERTAMINA kenapa tidak ada teguran atau perhatian dari pihak pertamina, ini sangat mengherankan, kami menduga ada permainan ” Tutup Iksan dengan heran.

Ario  - IWO INDONESIA

KOMPOL WITO.SH MEMBERIKAN KETERANGAN BILA INGIN CEPAT TERUNGKAP KEMATIAN PARULIAN HUTAPEA, REKAN KORBAN SEGERA LAPOR



Terkait kematian mantan Pimpinan Redaksi Media Lensaperistiwa,"Parulian Hutapea" di Kp.Sampora, Desa Jaya Sampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada hari Jum'at (12/04) pukul 19-00 WIB.

Menurut keterangan Kapolsek Serang Baru, "Ajun Komisaris Polisi Wito,SH mengatakan, bahwa korban bersama kawanya mendatangi kediaman Aceng untuk melakukan konfirmasi perihal keberadaan Aceng bersama dengan seorang Perempuan kita sebut saja namanya Soimah di sebuah hotel yang berada di wilayah Jonggol," kata Wito.

Masih kata Kapolsek Serang Baru,"Wito,SH berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Aceng, kepada petugas Kepolisian Serang, bahwa korban bersama kawannya meminta sejumlah uang kepada Aceng mau memeras, Aceng sambil menujuk bahwa itu perempuan istri saya," ungkap Aceng di hadapan Wartawan yang mendatangi rumahnya," papar Kapolsek Wito.

Kapolsek Serang Baru," Wito,SH juga menjelaskan, setelah terjadi adu mulut antara Aceng dan korban tiba - tiba kawan - kawan  korban lari meninggalkan korban seorang diri, di saat itu lah korban langsung pingsan disangka Aceng pura-pura maka di bantu rekan nya Aceng dibawa Korban keluar dari rumah dengan mobil, lalu korban ditaruh didepan sebuah warung yang ada di Kampung Sampora sampai akhirnya ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa," ungkap Kapolsek Wito.

"Setelah pihaknya, mendapatkan laporan dari masyarakat ada mayat tergeletak, Saya beserta beberapa anggota meluncur ke Tempat Kejadian Perkara
( TKP ) dan setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban, namun di temukan dari saku Korban obat bertuliskan lsosorbide dinitrate ( ISDN ) dan setelah di cek obat tersebut adalah untuk mengatasi nyeri dada pada orang kondisi penyakit jantung." paparnya Wito,SH.

Kapolsek Serang Baru Wito,SH menegaskan kepada kawan - kawan media yang jalan sama korban, agar dapat memberikan laporan keterangan mengetahui keberadaan korban pada saat itu bersama - sama supaya "Almarhum Parulian Hutapea mantan Pimpinan Redaksi Media Lensaperistiwa dapat terungkap atas kematianya," tegas Wito,SH.*

Darmo - IWO INDONESIA

DENIS FW,SH KETUA UMUM GARDA RI KECAM DINAS KEBERSIHAN KABUPATEN KARAWANG




Rajawaliutaranews-Karawang.Pasalnya Tumpukan Sampah di Jalan Pajarayan yang tepatnya depan TPU Dusun Krajan arah belakang mall Cikampek yang masuk ke dalam wilayah Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Kabupaten karawang sangat mengganggu pengguna jalan, apa lagi dengan baunya yang sangat menusuk hidung berbau busuk yang sangat menyengat dan sampai meluber ke jalanan bila hujan turun. 

Ditemui dikantornya Kepala Desa Cikampek Kota Indra S. Pd, Sabtu 13/4/19, mengatakan kepada media bahwa pemdes Cikampek Kota sudah mewacanakan tentang pembersihan tumpukan sampah yang berada di depan TPU Cikampek Kota tersebut, “Sebenarnya itu sampah bukan dari Warga kami saja, ada banyak Warga yang buang Sampah ke tempat tersebut, tapi saya sebagai Kepala Desa harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan dan kami sudah memberi laporan terhadap UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan hidup “ujar Indra”.

 Lanjutnya, ” Terima kasih untuk teguran masayarakat kepada kami, insya allah kami akan bersihkan tumpukan sampah tersebut secepatnya, tapi itu semua membutuhkan anggaran jadi kami menunggu dana desa cair, untuk melaksanakan kegiatan tersebut “, pungkas indra. Menanggapi adanya tempat pembuangan sampah ilegal Ketua Umum LSM GARDA RI Denis FW, SH sangat menyayangkan atas prilaku oknum masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan di jalur Jalan Pajarayan tersebut, ” saya sangat menyayangkan kenapa banyak sekali oknum masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, saya khawatir dengan pesatnya kemajuan Kecamatan Cikampek akan semakin merusak lingkungan hidup sekitar padahal menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan adalah tugas kita bersama ” tuturnya. 

Denis melanjutkan, ” namun tugas Dinas terkait dalam hal ini UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup harus lebih mengoptimalkan dalam pelayanan, ini terjadi karena buruknya pelayanan Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup kepada masyarakat “, tutup Denis. Aryo - IWO INDONESIA

GALIAN SIRTU (PASIR DAN BATU) YANG TAK KANTONGI IZIN DIKABUPATEN SUBANG



Rajawaliutaranews-Subang
Maraknya galian pasir dan sirtu yang ada dikabupaten subang memang salah satu infestasi buat pemasukan kas daerah subang itu sendiri,namun sangat disayangkan apabila galian pasir yang ada tidak mengantongi izin alias ilegal.


Salah satunya yang ada didesa sumbersari kecamatan pageden tidak berizin,ketika media mengkonfirmasi kepala desa sumbersari (sukana) memaparkan bahwa "galian pasir tersebut merupakan permintaan warganya yang memang tanah hak pribadinya yang mau dijadikan sawah dan empang, tapi sementara ini blm jalan dikarnakan paktor cuaca" ujarnya, ketika media menanyakan tentang perizinannnya sukana menitik beratkan kepada (rudy) selaku pengusaha galuan yang sekaligus pemilik alatberat eskapator yang ada dilokasi galian tersebut.


Sewaktu rudy dikonfirmasi melalui telpon selularnya mengatakan bahwa itu merupakan galian kerjasama antara warga dan dirinya sesuai permintaan kepala desa Sumbersari sukana ujarnya, ketika dipertanyakan masalah perizinnan rudy mengatakan bahwa "galian pasir dan sirtu yang ada dilokasi desa sumbersari kecamatan pagaden kabupaten subang tersebut memang tidak mengantongi izin kecuali galian yang saya punya dilokasi lain, karna itu hanya permintaan dari kepala desa sumbersari sukana" ujarnya.


Sampai berita ini kami ekpos blm ketemu warga yang mempunyai tanah yang dijadikan galian sirtu tersebut.



Kepada pihak pihak terkait khususnya aparatur hukum yang ada dikabupaten subang agar dengan sigap menyikapai permasalahan ini 

Team - IWO INDONESIA

MASYARAKAT/PETANI DUSUN III DESA SUKAJAYA BINGUNG MEMBAYAR SEWA GARAPAN TANAH SAWAH PT METLAND


Masyarakat/petani Dusun III Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi bingung untuk membayar sewa garapan tanah sawah metland yang akan di garap untuk pertanian.
Karena ada dua surat edaran dari Metland dan dari aparat Desa Sukajaya.



Surat edaran yang pertama dari aparat Desa Sukajaya yang tidak mengunakan stempel hanya tulisan tangan.Surat edaran yang ke dua dari PT.Metland yang di kuasai oleh H.Sopyan hamid yang menggunakan logo Metland.

Ada salah satu petani yang sudah membayar sewa tanah garapan sawah untuk di kelola buat pertanian, sebut saja Mr ke pihak PT Metland yang di kuasai oleh H.Sopyan hamid, tiba-tiba datang dari pihak aparat Desa sukajaya.



Pasalnya, H.Bandi, Putri, Kadun dan Sawal, menagih sewa garapan tanah sawah tersebut.Mr menjelaskan bahwa sewa tersebut sudah di serahkan ke pihak PT Metland yang di kuasai H.Sopyan hamid melalui orang lapanganya.Ironisnya terjadi lah adu argumen antara Mr petani, dengan pihak Desa Sukajaya tersebut.
Bahwa Mr di anggap tidak menghargai
aparat Desa  yang sudah memberi surat edaran pertama yang tidak menggunakan stempel/kop surat.

Karena merasa tidak di hargai aparat Desa Sukajaya datang lagi untuk menyerahkan surat edaran yang ke dua, yang di tandatangani oleh Kades Sukajaya, (Amang Suryaman) Ketua BPD Sukajaya Gunadi dan Ketua Karang taruna Malih agar masyarakat lebih percaya.



Mendengar laporan kejadian dari masyarakat setempat yang tidak mau di sebutkan nama nya.
Team Iwo Indonesia mendatangi pemasaran PT Metland yang berada di Cibitung untuk mengklarifikasi agar lebih jelas nya.
Team Iwo Indonesia langsung betemu dengan Andree sebagai wakil menejer PT Metland bersama team berbincang-bincang mengenai hal tersebut.



Masih dengan Andree menjelaskan, untuk Surat Kuasa dari area Desa Sukajaya untuk pengurusan adminitrasi dan sebagai nya di berikan dari PT Metland SK (Surat Kuasa) kepada H.Sopyan hamid, dan SK tersebut sudah ada," papar nya.

Team - IWO INDONESIA